Kamis, 28 Februari 2013

Teori pembentukan bumi dan lautan

TEORI PEMBENTUKAN BUMI SEBAGAI AWAL PEMBENTUKAN LAUTAN
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet yang mengitari matahari dalam Tata Surya yang jaraknya tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dengan matahari sehingga suhu udaranya memungkinkan adanya air yang melimpah. Akibatnya, planet ini merupakan satu-satunya yang sampai sekarang memiliki kehidupan di dalamnya. Planet Bumi terbentuk bersamaan dan sangat berhubungan dengan Pembentukan Tata Surya dan Galaksi. Beberapa Teori Pembentukan Tata Surya, antara lain :
1. Teori Planetesimal,oleh Chamberlin dan Moulton.
Menurut teori ini, sekitar 4,6 miliyar tahun yang lalu di ruang angkasa terdapat awan gas dan debu yang mengapung mulai mengecil dan materi pada pusat awan itu mengumpul menjadi matahari. Sisanya memipih menjadi awan berbentuk cakram di sekitar matahari itu. Selama kira-kira 100 juta tahun, butir-butir debu dalam awan itu saling melekat membentuk planet yang sangat kecil dengan diameter hanya beberapa kilometer (planetesimal). Kemudian saling bertabrakan dan bergabung membentuk planet-planet.
2. Teori Komet Bufon.
Tahun 1745, George comte de Buffon (1701-1788) dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda.
3. Teori Nebula laplace, oleh Kant-Laplace.
Awan gas dan debu yang ada di alam semesta berkontraksi dibawah pengaruh gravitasi. Kemudian awan tesrebut berputar pelan dan mengalami keruntuhan akibat gravitasi. Pada saat keruntuhan, momentum sudut dipertahankan melalui putaran yang dipercepat sehingga terjadi pemipihan. Selama kontraksi ada materi yang tertinggal dalam bentuk piringan sementara pusat massa terus berkontraksi. Materi yang terlepas dalam piringan akan membentuk sejumlah cincin dan materi di dalam cincin akan mengelompok akibat adanya gravitasi. Kondensasi juga terjadi di setiap cincin yang menyebabkan terbentuknya sistem planet. Materi di dalam awan yang runtuh dan memiliki massa dominan akan membentuk matahari.
4. Teori Pasang Surut Jeans
Astronomi Inggris, James Jeans (1877-1946) mengemukakan Tata Surya merupakan hasil interaksi antara bintang lain dan matahari. Menurut Jeans dalam interaksi antara matahari dengan bintang lain yang melewatinya, pasang surut yang ditimbulkan pada matahari sangat besar sehingga ada materi yang terlepas dalam bentuk filamen. Filamen ini tidak stabil dan pecah menjadi gumpalan-gumpalan yang kemudian membentuk proto planet. Akibat pengaruh gravitasi dari bintang, proto planet memiliki momentum sudut yang cukup untuk masuk kedalam orbit disekitar matahari. Pada akhirnya efek pasang surut matahari pada proto planet saat pertama kali melewati perihelion memberikan kemungkinan bagi proses pembentukan planet untuk membentuk satelit. Ia menyatakan bahwa saat pertemuan kedua bintang terjadi, radius matahari sama dengan orbit Neptunus. Pengubahan ini memperlihatkan kemudahan untuk melontarkan materi pada jarak yang dikehendaki. Materinya juga cukup dingin, dengan temperatur 20 K dan massa sekitar ½ massa jupiter.
Dari beberapa teori yang dikemukakan oleh para ahli astronomi tersebut, teori nebula laplace dan teori planetesimal-lah yang dapat diterima sampai sekarang. Bumi diperkirakan mulai terbentuk ketika butir-butir debu dalam cakram atau cincin awan di sekitar matahari nulai saling melekat. Partikel-partikel ini menggumpal menjadi badan yang lebih besar yang kemudian bertabrakan dan membentuk benda-benda berukuran planet. Sisa-sisa dari awan asli berjatuhan ke bumi yang masih muda itu. Energi dari bahan yang jatuh ini, bersama dengan pemanasan yang terjadi akibat pelapukan radioaktif, menyebabkan melelehnya bumi. Akibatnya bahan-bahan yang mampat seperti besi dan Nikel tenggelam ke pusat dan membentuk inti bumi. Seluruh permukaan bumi tertutup oleh lautan batuan yang meleleh. Bahan-bahan yang lebih ringan seperti uap air dan karbon dioksida beralih ke luar dan membentuk atmosfer purba. Angin matahari menyapu bersih sisa-sisa awan asli dari Tata Surya sehingga benturannya ke bumi menjadi berkurang. Planet Bumi mendingin dan uap air membentuk awan tebal di atmosfer. Kemudian awan pun mendingin, uap airnya mengembun, dan hujan deras membanjiri bumi dan mendinginkan batuan di permukaan bumi. Limpahan air tersebut mengumpul di tempat yang rendah sehingga terjadilah awal samudera di dunia. Karbon dioksida dari udara mulai larut dalam genangan luas ini sehingga planet ini makin dingin lagi. Kira-kira 2.5 miliar tahun yang lalu, sebuah bumi yang biru telah muncul. Awan menghilang dan matahari bersinar terang seperti adanya sekarang.
TEORI PEMBENTUKAN LAUTAN
TEORI PERTAMA
Bumi tercipta sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Tata surya kita yang bernama Bima Sakti, terbentuk dari kumpulan debu (nebula) di angkasa raya yang dalam proses selanjutnya tumbuh menjadi gumpalan bebatuan dari mulai yang berukuran kecil hingga seukuran asteroid dengan radius ratusan kilometer. Bebatuan angkasa tersebut selanjutnya saling bertabrakan, dimana awalnya tabrakan yang terjadi masih lambat. Akibat adanya gaya gravitasi, bebatuan angkasa yang saling bertabrakan itu saling menyatu dan membentuk suatu massa batuan yang kemudian menjadi cikal bakal bumi. Lama kelamaan dengan semakin banyaknya bebatuan yang menjadi satu tersebut, embrio bumi tumbuh semakin besar. Sejalan dengan semakin berkembangnya embrio bumi tersebut, semakin besar pula gaya tarik gravitasinya sehingga bebatuan angkasa yang ada mulai semakin cepat menabrak permukaan embrio bumi yang sudah tumbuh semakin besar itu. Akibat tumbukan-tumbukan yang sangat dahsyat tersebut timbulah ledakan-ledakan yang sudah pasti sangat dahsyat pula yang mengakibatkan terbentuknya kawah-kawah yang sangat besar dan pelepasan panas secara besar-besaran pula.
Laut sendiri menurut sejarahnya terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, dimana awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100C) karena panasnya bumi pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu atmosfer bumi dipenuhi oleh karbon dioksida. Keasaman air inilah yang menyebabkan tingginya pelapukan yang terjadi yang menghasilkan garam-garaman yang menyebabkan air laut menjadi asin seperti sekarang ini. Pada saat itu, gelombang tsunami sering terjadi karena seringnya asteroid menghantam bumi. Pasang surut laut yang terjadi pada saat itu bertipe mamut alias 'ruar biasa' tingginya karena jarak bulan yang begitu dekat dengan bumi.
bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas vulkanik, disamping itu atmosfer bumi pada saat itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar matahari untuk masuk ke bumi. Akibatnya, uap air di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah (yang mungkin berupa hujan tipe mamut juga) yang mengisi cekungan-cekungan di bumi hingga terbentuklah lautan.
Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar matahari dapat kembali masuk menyinari bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume air laut di bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, menyebabkan air laut semakin asin.
Teori ke-2
Pada 3,8 milyar tahun yang lalu, planet bumi mulai terlihat biru karena laut yang sudah terbentuk tersebut. Suhu bumi semakin dingin karena air di laut berperan dalam menyerap energi panas yang ada, namun pada saai itu diperkirakan belum ada bentuk kehidupan di bumi. Kehidupan di bumi, menurut para ahli, berawal dari lautan (life begin in the ocean). Namun demikian, masih merupakan perdebatan hangat hingga saat ini kapan tepatnya kehidupan awal itu terjadi dan di bagian lautan yang mana? apakah di dasar laut ataukah di permukaan? Hasil penemuan geologis pada tahun 1971 pada bebatuan di Afrika Selatan (yang diperkirakan berusia 3,2 s.d. 4 milyar tahun) menunjukkan adanya fosil seukuran beras dari bakteri primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut.
Teori ke-3
proses pembentukan laut berdasarkan teori laplace
Sejarah singkat penemu teori laplace.
 Kant, Immanuel (1724-1804) - Seorang filsuf Jerman yang pada tahun 1755 mengajukan cikal-bakal teori modern tentang tata surya. Kant percaya bahwa planet-planet tumbuh dari sebuah cakram materi di sekeliling Matahari, sebuah gagasan yang kemudian dikembangkan oleh Marquis de Laplace. Kant juga berpendapat bahwa nebula suram yang terlihat di antariksa adalah galaksi tersendiri seperti galaksi Bima Sakti kita. Pendapat tersebut kini telah terbukti kebenarannya.
Laplace, Pierre Simon, Marquis de (1749-1827) - Seorang ahli matematika Prancis yang mengembangkan teori asal mula tata surya yang digagas oleh Immanuel Kant. Di tahun 1796, Laplace melukiskan bagaimana cincin-cincin materi yang terlempar dari Matahari dapat memadat menjadi planet-planet. Perincian teori tersebut telah ditinjau kembali, tetapi pada pokoknya tidak berbeda dengan teori-teori modern mengenai awal-mula terjadinya tata surya.

Pembahasan Menurut teori laplace
.
 Bahwa bumi berasal dari suatu bintang yang berbentuk kabut raksasa bersuhu tidak terlalu panas dan penyebarannya terpencar dalam kondisi berputar dan dikenal sebagai awal-mula dari matahari. Akibat perputaran tersebut menyebabkan matahari ini kehilangan daya energinya dan akhirnya mengkerut. Sebagai akibat dari proses pengkerutan tersebut, maka ia akan berputar lebih cepat lagi. Dalam keadaan seperti ini, maka pada bagian ekuator kecepatannya akan semakin meningkat dan menimbulkan terjadinya gaya sentrifugal. Gaya ini akhirnya akan melampaui tarikan dari gayaberatnya, yang semula berfungsi sebagai penyeimbang, dan menyebabkan sebagian dari bahan yang berasal dari matahari tersebut terlempar. Bahan-bahan yang terlempar ini kemudian dalam perjalanannya juga berputar mengikuti induknya, juga akan mengkerut dan membentuk sejumlah planit-planit, salah satunya adalah planit bumi. Bumi dilahirkan 4,5 milyar tahun yang lalu, tata surya kita yang bernama Bima Sakti, terbentuk dari kumpulan debu di angkasa raya yang dalam proses selanjutnya tumbuh menjadi gumpalan bebatuan dari mulai yang berukuran kecil hingga ke ukuran asteroid sebesar ratusan kilometer. Bebatuan angkasa tersebut selanjutnya saling bertabrakan, dimana awalnya tabrakan yang terjadi masih lambat. Akibat adanya gaya gravitasi, bebatuan angkasa yang saling bertabrakan itu saling menyatu dan membentuk suatu massa batuan yang kemudian menjadi cikal bakal (embrio) bumi. Lama kelamaan dengan semakin banyaknya bebatuan yang menjadi satu tersebut, embrio bumi tumbuh semakin besar. Sejalan dengan semakin berkembangnya embrio bumi tersebut, semakin besar pula gaya tarik gravitasinya sehingga bebatuan angkasa yang ada mulai semakin cepat menabrak permukaan embrio bumi yang sudah tumbuh semakin besar itu. Akibat tumbukan2 yang sangat dahsyat tersebut timbulah ledakan-ledakan yang sudah pasti sangat dahsyat pula yang mengakibatkan terbentuknya kawah yang sangat besar dan pelepasan panas secara besar besaran pula.

Laut sendiri menurut sejarahnya terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, Para ahli sendiri memiliki beberapa versi tentang hal itu. Salah satu versi yang di angkat kali ini adalah bahwa pada saat itu, bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas vulkanik, disamping itu atmosfer bumi pada saat itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar matahari untuk masuk ke bumi. Akibatnya, uap air di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah (yang mungkin berupa hujan tipe mamut juga) yang mengisi cekungan-cekungan di bumi hingga terbentuklah lautan. Dimana awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100C) karena panasnya bumi pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu atmosfer bumi dipenuhi oleh karbon dioksida. Keasaman air inilah yang menyebabkan tingginya pelapukan yang terjadi yang menghasilkan garam-garaman yang menyebabkan air laut menjadi asin seperti sekarang ini. Pada saat itu, gelombang tsunami sering terjadi karena seringnya asteroid menghantam bumi. Pasang surut laut yang terjadi pada saat itu bertipe mamut alias ‘luar biasa’ tingginya karena jarak bulan yang begitu dekat dengan bumi. Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar matahari dapat kembali masuk menyinari bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume air laut di bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, menyebabkan air laut semakin asin. Pada 3,8 milyar tahun yang lalu, planet bumi mulai terlihat biru karena laut yang sudah terbentuk tersebut. Suhu bumi semakin dingin karena air di laut berperan dalam menyerap energi panas yang ada, namun pada saat itu diperkirakan belum ada bentuk kehidupan di bumi. Kehidupan di bumi, menurut para ahli, berawal dari lautan (life begin in the ocean). Namun demikian, masih merupakan perdebatan hangat hingga saat ini kapan tepatnya kehidupan awal itu terjadi dan di bagian lautan yang mana? apakah di dasar laut ataukah di permukaan? Hasil penemuan geologis pada tahun 1971 pada bebatuan di Afrika Selatan (yang diperkirakan berusia 3,2 s.d. 4 milyar tahun) menunjukkan adanya fosil seukuran beras dari bakteri primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut.
TEORI KE-4
Teori yang paling populer adalah teori big bang. Awalnya ada 1 bintang raksasa yang kemudia mengalami supernova, meledak dan materialnya menyebar kemana-mana.
Material besar yang menyimpan energi menjadi bintang, sementara yang lebih kecil menjadi planet, yang lebih kecil menajdi bulan, asteroid, dan benda langin lainnya. Sesuai kaidah bahwa dua benda akan tarik-menarik sesuai dengan gravitasi yang dimilikinya (yang dipengaruhi oleh massa masing-masing benda tersebut), maka benda yang massanya lebih kecil akan tertarik oleh gravitasi benda yang massanya lebih besar. tapi karena adanya gravitasi benda yang lebih kecil tersebut, maka benda yang lebih kecil akan berputar mendekat ke benda yang lebih besar sampai akhirnya dicapai kesetimbangan antara kedua gravitasi kedua sehingga benda yang lebih kecil akan ber-revolusi mengelilingi benda dengan massa yang (jauh) lebih besar. Contoh, planet yang mengelilingi matahari.
Kemudian planet inipun mengalami proses pembentukan dirinya. Sebagai pecahan dari bintang, tentu saja tiap planet memiliki komposisi yang berbeda. Kemudian pengaruh dari radiasi yang diterima tiap planet juga berbeda, maka proses yang terjadi pada tiap
-tiap planet akan berbeda satu-sama lain.
Bumi yang awalnya berupa benda pijar yang panas perlahan-lahan mengalami pendinginan. Sesuai hukum thermodinamika, yang bumi mengalami perubahan dari bentuk gas semakin dingin dan kemudin cair, pada saat cair inilah material-material mulai mengelompok dan membentuk bagian-bagian inti, mantel dan kerak. Khusus untuk kerak, (uap) air yang mulai terbentuk seiring pendinginan bumi mulai mendingin dan turun ke permukaan bumi menjadi air. Karena permukaan bumi masih berupa cairan panas, maka air tersebut menjadi uap lagi sementara permukaannya terdinginkan dan mulai mengeras. bayangkan magma yang disemprot air dalam jumlah banyak, lama-kelamaan permukaan atasnya akan mengeras (karena mendingin) sementara lapisan bawahnya tetap berupa cairan panas. Lapisan keras tersebut semakin lama semakin tebal dan sekarang menjadi 'permukaan tanah' tempat manusia dan makhluk hidup lainnya tinggal. Sementara air yang sebagian besar menjadi laut dan samudra, salah satunya berfungsi untuk menjaga suhu kerak bumi tetap dingin.










Sumber :

http://mylovelyblogmeimy.blogspot.com/2008/07/pembentukan-bumi-dari-segi-sains-cair.html                                       http://untuklautku.blogspot.com/2009/09/proses-pembentukan-laut-berdasarkan.html                                                                           http://www.google/teori pembentukan tata surya setelah newton.hmtl
http://www.google/teori pembentukan tata surya awal abad ke-20.hmtl


keKAMMIan

KeKAMMIan
Philosophy & Creed Movement
I. Philosophy
ASAS KAMMI
KAMMI based on the principle of Islam. This priority brotherhood (Ukhuwwah Islamiyah) among fellow students and is an Independent Muslim Indonesia.
VISION KAMMI
KAMMI a container shall bear a permanent struggle cadre of future leaders in the effort to realize the strong Islamic community in Indonesia.
MISSION KAMMI
• Fostering Islam, faith, and devotion Indonesian Muslim students.
• Discover, develop, and solidify the propaganda potential, intellectual, social, political and student.
• Brighten and enhance the quality of Indonesian society into a society that Rabbani, civil society (civil society).
• Pioneering and maintain communication, solidarity, and cooperation of Indonesian students in solving problems of democracy and nationhood.
• Develop cooperation between elements of the community in the spirit of bringing good, spread the benefits, and forbidding the evil (maruf amar nahi munkar).
MOVEMENT PRINCIPLES KAMMI
• Islam is a warrior victory KAMMI
• falsehood is the eternal enemy KAMMI
• Islam is the Solution struggle bid KAMMI
• Repair is a tradition perjungan KAMMI
• Leadership race is fighting strategies KAMMI
• Brotherhood is the nature muamalah KAMMI
STATUS, IDENTITY AND ROLE
KAMMI is an organization that collects extra campus Muslim students throughout Indonesia are cross-sectoral, ethnicity, race and class. KAMMI collect all Indonesian Muslim students who are willing to work together to build the country and the nation of Indonesia.
KAMMI serves as a platform and partner for Indonesian students who want to uphold justice and truth in the law of Indonesia container through the stages of national development of a healthy and responsible.
KAMMI take on the role as a partner for the community in the efforts of civil society, democratization and development of unity / brotherhood of mankind and the nation through mentoring / social advocacy, critics / constructive government policies that marginalized communities.
Images Dynamics KAMMI
At the beginning of its establishment, KAMMI is an action network. After the fall of Suharto rezimentasi, KAMMI to change the format / shape moving into a community organization kampus.Hal extra student is responding to the demands of the community of the need for a platform for leadership development among youth, especially mahasiswa.Sejak establishment, KAMMI've done 5 (five) times the Congress as the organization's highest deliberative forum. The dynamics of the organization is also marked by the development / establishment KAMMI in various regions in Indonesia.
There are several aspects of concern / concern for KAMMI activities:
1. Aspects of human resource development / regeneration
Succession planning in the organization like setting up survival / continuity organization. It is a development effort to the Islamic characteristics, creed, akhlaqul karimah, and intellectual leadership. In this aspect include recruitment activities, tiered training, up-grading, learning courses and leadership both within the organization and outside the organization. Until now there riibuan cadres have been recruited and then most of the cadres become student leaders in various institutions of intra and extra college campuses.
2. Aspects of Public Policy and intellect
An aspect of criticizing the policies of the state of society, the study of the phenomenon of society on a local, national and global. Assessment and critics is the first step for moving towards improvement and change political advocacy. This aspect includes the study of government policies, publications and policy outcomes critics thought and contemplation of the faithful of network development and social diverse regional scale. In this aspect, the agenda of the student movement is intended as political leadership Kafer maturation and contribute to change the nation.
3. Community Social Aspects
Various social problems around us; poverty, underdevelopment, crime, lower quality of life, natural disasters and so on. This problem is causing the weakness and vulnerability and can even threaten the durability of a nation. KAMMI concern is manifested in the form of mentoring / community advocacy marginal, weak public education, disaster relief, and as a partner for the government and other organizations to jointly seek solutions to social and cultural problems.
4. The Economics
Some cadres are scattered in 43 regions / networks throughout Indonesia is a huge potential of economic. Apart from that, the development of entrepreneurship and a business / economics is a very important thing for now is the future, especially for the younger generation. This aspect is realized by the cooperative movement as a movement KAMMI economy, the development of business networks both locally, nationally and regionally.
5. Aspects of Public Relations
The development of the increasingly demanding pace of transformation of information and communication. And it is a very large effect on the development of human interrelations both inpidu and collectively. This aspect is emphasized on the development of relations between inpidu and institutions both at national and global scale.
6. Development Aspects Kemuslimahan / Feminine
Still not building momentum and support capacity among women (Muslim) has given rise to distortion and psosisi strategic role among Muslim women in development. The political, social and cultural rights are still pragmatif, feudal and liberal has spawned widespread inequities among women. Because it is intended for the construction aspects of the establishment of empowerment kemuslimahan Muslim role in all aspejk life.
II. Credo
• We are the people who think and independent affair. There is no single person who can compel us to act. We only act on the basis of understanding, not imitation, as well as on the basis of sincerity, not seeking praise or position.
• We are a brave people. We fear only Allah. There is no one else being able to rattle our hearts or make us much less defeat him down. Nothing we fear, except fear to other than Him.
• We are the true fighter. On behalf of al-haq we fought, until there is no more fitnah on earth. We are not among those who fled from the battlefield or people who are reluctant to go for jihad. We're going to win every battle to uphold the principles of Islam.
• We are calculating the risks carefully, but we are not people who are afraid of taking risks. Martyr's glory and our highest ideals. We are the one who yearns heaven. We'll spread the fragrance in our daily lives to the atmosphere of our neighborhood. Our days were always decorated with recitations, dhikr, edify each other in truth and patience, useful discussions and a lot of vanity, and the work to repair concrete masyarakat.Kami are the sons and daughter of propaganda, will be circulated This joint mission to wherever it goes, to be the builder of the most diligent, be penyebarnya the most aggressive, and most solid penegaknya.
• We are the ones who always prepare myself for the future of Islam. We are not people who like careless, minimalist and sluggish. We are always scattered in the life, conduct experiments planned, and we are the ones that are free of progressive rigidity, since we consider that this life is a place to learn, so that we and our successors a usurper victory only will we dedicate to Islam.
• We are scientists keen analysis, youth were critical of falsehood, deception defeat a skilled politician and a skilled enemy in fighting for the interests of the people, a warrior monks during the day and at night, a moral leader, firm on principles and is able to transform society , teachers are able to give and example of understanding, my sincere and loving volunteers who are able to solve social problems, citizens are friendly to the people and responsive to their problems, an effective and efficient manager, a brave soldier and smart tactics, soldiers , a skilled diplomat dialogue, expert discourse, extensive interaction, high confidence, high zeal.
Commentaries Logo Kammi
White is the basic color symbolizes purity
Golbe ocean blue world is symbolized God's earth proselytizing unifersal mencakum dimanamun we are
The right hand is raised symbolizing Da'wah World golbe KAMMI
use force in carrying out this Da'wah
Five red roses surrounding the hand is symbolized
softness in preaching and five rosebud is symbolized
Pillars of Islam.
Gradient Green color is symbolizes the stages - stages in the earthing KAMMI proselytizing Islam on Earth God

Senin, 24 Desember 2012

Ketika Idelisme Itu Tidak Lagi Terealisasi


Ketika Idelisme Itu Tidak Lagi Terealisasi

Sebagai bagian dari perubahan bangsa yang pada hakekatnya menjadi generasi yang bertindak sebagai agen perubahan menuju kemajuan dan kejayaan bangsa, sudah sepatutnyalah pemuda memiliki sikap yang jauh lebih baik ketimbang dengan komponen bangsa yang lain baik dari segi pemikiran, tindakan maupun perilaku. Salah satu komponen pemuda yang sering menamakan diri mereka sebagai agen perubahan, agen pengontrol sosial dan sebagai penjaga moral bangsa, ya itulah mahasiswa. Sejak menginjakan kaki ditingkat perguruan tinggi siswa/siswi yang baru melepaskan status kesiswaan mereka menjadi seorang mahasiswa, mereka telah mendapatkan berbagai doktrin dan pemikiran-pemikiran bahwasanya mereka adalah komponen yang paling menentukan apakah suatu bangsa dapat tetap eksis dan menjadi negara yang maju atau sebaliknya.

Yang menjadi fenomena yang sangat mengherankan adalah meskipun dunia dan kehidupan ini senantiasa bergerak dan berkembang namun pada hakekatnya mahasiswa sebagai agen peruhan dan sosial kontrol masih saja ada oknum mahasiswa yang mempertahankan tradisi lama mereka yang memandang mereka adalah bagian dari kehidupan yang memiliki kebebasan yang sebebas-bebasnya dalam melakukan segala tindakan dengan alasan HAM, kebebasan bereksprsi dan kebebasan menyampaikan pendapat. Lain lagi dengan tradisi yang telah turun temurun diturunkan antara senior kejunior bahwa menentang senior adalah sebuah kesalahan yang amat fatal meski itu bertentangan dengan hati nurani, sehingga muncullah aturan-aturan konyol yang menyesatkan, pasal 1 senior tidak pernah bersalah, pasal 2 jika senior bersalah kembali kepasal 1, yang secara tersirat menegaskan apapun yang terjadi seorang senior tidak bisa disalahkan atas segala tindakan yang dilakukannya. Sehingga hal tersebut kemudian memunculkan oknum-oknum mahasiswa yang bertindak seenaknya sehingga menjadi menonjol dalam dunia pergerakan mahasiswa. Ketika ditanya, apakah oknum mahasiwa yang seperti itukah yang diharapkan sebagai agen perubahan oleh bangsa ini.? Namun juga yang menjadi permasalahan kemudian adalah golongan mahasiswa yang masih memiliki idealisme yang murni dan dapat diandalkan sebagai agen perubahan serta pemuda-pemudi harapan bangsa tidak mendapatkan posisi yang baik dan strategis dalam sebuah pergerakan mahasiswa, sehingga kemudian tersisihkan dan hanya bisa menjadi penonton tak bersuara di depan panggung pergerakan.

Kalau melihat fenomena yang terjadi pada saat ini didalam dunia kemahasiswaan seakan-akan kita akan menemukan sebuah implikasi yang sangat menonjol bahwa pola gerakan sebagian oknum mahasiswa dalam berdinamika cenderung hedonis, pragmatis & individualis. Ketika suatu agenda kemahasiswaan diadakan yang tujuannya sangat bermanfaat mereka akan berpikir panjang dan bahkan tidak berpikir untuk turut berkontribusi didalamnya, jangankan berkontribusi menyukseskan agenda kegiatan sekedar menjadi peserta saja mereka akan cenderung menolak. Sebuah pertanyaan kemudian apakah pemuda seperti itu yang diharapkan bangsa ini sebagai agen perubahan.? Jangankan merubah bangsa kearah yang lebih baik, memperbaiki diri saja mereka tidak akan mampu jika hanya terus-menerus berpikir demikian.

Ketika bangsa ini menuntut kepada mahasiswa yang masih memiliki idealisme yang kuat untuk dapat membangun bangsa ini, tergerakkah hati kita untuk bangun dan bergerak menjadi pioner perubahan.?

Nama ; MUH FADLI

Selasa, 27 November 2012

batuan metamorf


PRAKTIKUM  PETROGRAFI
Acara   :  Batuan Metamorf                                      Nama  : Muh Fadli
Hari/tgl: Rab , 24 Oktober 2012                                 Nim    : D611 10 007
Perbesaran Total                      : 50x
No. urut                                   : 01
No. peraga                               : B20
Jenis Batuan                            : Batuan Metamorf
Kedudukan                             :  (x,y) - (57,14)

Kenampakan Mikroskopis      : Warna batuan pada nikol sejajar orange kecoklatan,warna pada nikol silang abu-abu kehitaman, bentuk anhedral sampai euhedral,tekstur granoblastik, struktur granulose,ukuran mineral 0,2 mm - 4 mm, Batuan ini tersusun atas mineral Kuarsa, Muskovit dan Biotit.
Deskripsi Material                   :
Ø Kuarsa (SiO2)
Warna pada nikol sejajar orange,warna pada nikol silang putih keabu-abuan, pleokroisme tidak ada, relief rendah,belahan  tidak ada, pecahan tidak rata, bentuk mineral anhedral-subhedral, indeks bias nmin > ncb, ukuran mineral 0,2 mm - 4 mm, biasrangkap 0,003 orde I maka jenis gelapan bergelombang, serta kembaran tidak ada.
Ø  Muskovit (KAl2(OH)2(ALSi3O10)
Warna pada nikol sejajar orange kecoklatan, warna pada nikol silang hijau kebiruan,pleokroisme tidak ada,relief sedang, bentuk mineral euhedral sampai subhedral, belahan satu arah, pecahan tidak rata,  indeks bias nmin > ncb, ukuran mineral 0,5 mm – 2,5 mm, biasrangkap 0,019 orde II, sudut gelapan = , maka termasuk gelapan miring dan kembaran tidak ada.
Ø   Biotit (K2(Mg,Fe)2(OH)2(AlSi3O10)
Warna pada nikol sejajar orange kecoklatan, warna pada nikol silang coklat, pleokroisme tidak ada, relief sedang, bentuk mineral euhedral sampai subhedral, belahan tidak ada, pecahan rata,  indeks bias nmin > ncb, ukuran mineral 2,6  mm, sudut gelapan = , maka termasuk gelapan simetri dan kembaran tidak ada.
Persentasi Material :
Nama Mineral
I (%)
II (%)
III (%)
% rata-rata
Kuarsa
65
75
75
71,6
Muskovit
20
20
15
18,3
Biotit
15
5
10
10
Jumlah
100
100
100
100

Nama Batuan                          : Metakuarzit  (Travis 1955)
Keterangan                              :
Adapun ciri-ciri yang dapat teramati pada pengamatan yang telah dilakukan adalah warna batuan pada nikol sejajar orange kecoklatan, bentuk equigranular, warna pada nikol silang abu-abu kehitaman, ukuran 0,4 mm-1,2 mm, tekstur granoblastik yang ditandai dengan batuan terdiri dari mineral-mineral equidimensional granular dengan batas-batas yang tidak teratur, struktur granulose yang ditandai dengan susunan mineral yang berbentuk granular. Batuan ini tersusun atas mineral kuarsa, muskovit dan biotit.
Batuan ini terbentuk akibat proses perubahan tekanan (P), temperatur (T) atau keduanya dimana batuan memasuki kesetimbangan baru tanpa adanya perubahan komposisi kimia (isokimia) dan tanpa melalui fasa cair (dalam keadaan padat) dengan temperatur berkisar antara 2000C- 8000C. Batuan ini merupakan batuan yang berasal dari batuan sebelumnya yaitu dari batuan beku khususnya batuan beku asam hingga intermediet, hal ini dapat diinterpretasi dari kandungan mineralnya yaitu mineral  kuarsa yang dominan. Batuan ini tidak mengalami penekanan yang berarti tetapi mengalami peningkatan suhu sehingga mineral-mineral didalamnya mengalami perubahan tekstur dan struktur. Berdasarkan komposis mineralnya batuan ini dinamakan  Metakuarzit (Travis 1955).
Batuan ini berasosiasi dengan batuan metamorf lain seperti hornflens dan granulit. Adapun kegunannya adalah sebagai penciri lingkungan pengendapan akibat proses intrusi magma.
Referensi         :
Ria, Irfan Ulva.2012.Petrografi.Makassar:Universitas Hasanuddin
Setia Graha, Doddy.1987.Batuan dan Mineral.Bandung: Nova.
Sutarto & Fitri, D.Y., 2005, Album Mineralogi Optik, Yogyakarta.

PRAKTIKUM  PETROGRAFI
Acara   :  Batuan Metamorf                                      Nama  : Muh Fadli
Hari/tgl: Rabu, 24 Oktober 2012                                Nim    : D611 10 007
Perbesaran Total                      : 50x
No. urut                                   : 02
No. peraga                               : A 19
Jenis Batuan                            : Batuan Metamorf
Kedudukan                             : (x,y) - (56,20)


Kenampakan Mikroskopis      : Warna absorbsi orange kecoklatan, warna interferensi abu-abu kehitaman, bentuk euhedral sampai subhedral, tekstur lepidoblastik, struktur schistose, ukuran mineral 0,2 mm-1,6 mm,. Batuan ini tersusun atas mineral Klorit, Kyanite dan Garnet

 
Deskripsi Material                   :
Ø Klorit
Warna absorbsi orange kecoklatan, warna interferensi abu-abu, pleokroisme tidak ada, relief sedang, bentuk mineral subhedral sampai anhedral, indeks bias nmin > ncb, belahan tidak ada, pecahan tidak rata, ukuran mineral 0,2 mm - 0,3 mm, sudut gelapan  maka jenis gelapan miring, kembaran tidak ada.
Ø  Kyanite
  Warna absorbsi orange kecoklatan, warna interferensi coklat kehitaman, pleokroisme tidak ada, relief tinggi, bentuk mineral subhedral sampai euhedral, indeks bias nmin > ncb, belahan tidak ada, pecahan tidak rata, ukuran mineral 0,8 mm – 1,4 mm, sudut gelapan  maka jenis gelapan miring, kembaran tidak ada.
Ø  Garnet
  Warna absorbsi orange, warna interferensi abu-abu kehitaman, pleokroisme tidak ada, relief sedang, bentuk mineral subhedral sampai euhedral, indeks bias nmin > ncb, belahan tidak ada, pecahan tidak rata, ukuran mineral 0,3 mm – 1,6 mm, sudut gelapan  maka jenis gelapan miring, kembaran tidak ada.
Presentasi Mineral :
Nama Mineral
I (%)
II (%)
III (%)
% rata-rata
Klorit
55
75
80
70
Kyanite
30
25
10
18,33
Garnet
15
-
10
8,33
Jumlah
100
100
100
100

Nama Batuan                          : Sekis Klorit (Travis, 1955)
Keterangan                              :
Adapun ciri-ciri yang dapat teramati pada pengamatan yang telah dilakukan adalah warna batuan pada nikol sejajar orange kecoklatan, bentuk equigranular, warna pada nikol coklat kehitaman, ukuran 0,2 mm-0,5 mm, tekstur deccusate yang ditandai dengan tekstur berupa polimineral serabut dengan orientasi mineral yang tak teratur. Batuan ini tersusun atas mineral klorit, kyanit dan garnet.
Batuan ini terbentuk dari proses metamorfisme dimana terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga suatu batuan mengalami ubahan.  Batuan ini merupakan batuan yang berasal dari batuan sebelumnya yaitu dari batuan beku, hal ini dapat diinterpretasi dari kandungan mineralnya yaitu mineral  biotit dan kuarsa yang dominan. Batuan ini tidak mengalami penekanan yang berarti tetapi mengalami peningkatan suhu sehingga mineral-mineral didalamnya mengalami perubahan tekstur dan struktur. Berdasarkan komposis mineralnya batuan ini dinamakan  Sekis klorit (Travis 1955). Batuan ini biasanya berasosiasi dengan batuan schist amphibolite dan klorit. Adapun kegunaannya adalah digunakan dalam kontruksi suatu bangunan (atap, dan lain-lain).
Referensi         :
Ria, Irfan Ulva.2012.Petrografi.Makassar:Universitas Hasanuddin
Setia Graha, Doddy.1987.Batuan dan Mineral.Bandung: Nova



PRAKTIKUM  PETROGRAFI
Acara   :  Batuan Metamorf                                      Nama  : Muh Fadli
Hari/tgl: Rabu, 24 Oktober 2012                                Nim    : D611 10 007
Perbesaran Total                      : 50x
No. urut                                   : 03
No. peraga                               : PR 13 M
Jenis Batuan                            : Batuan Metamorf
Kedudukan                             : (58,14)


Kenampakan Mikroskopis      : Warna batuan pada nikol sejajar orange kecoklatan, warna pada nikol silang kehitaman,  bentuk euhedral sampai anhedral, ukuran 0,2 mm- 0,4 mm dan  tekstur nematoblastik, struktur schistose. Batuan ini tersusun atas mineral Kuarsa, Biotit, dan Muskovit.



Deskripsi Material                   :
Ø  Biotit (K2(Mg,Fe)2(OH)2(AlSi3O10)
         Warna absorbs orange kecoklatan, warna interferensi coklat kehitaman pleokroisme monokroik, relief sedang, bentuk euhedral sampai subhedral, indeks bias nmin> ncb, belahan satu arah, pecahan tidak rata,  ukuran mineral 0,2 mm – 0,4 mm mm, bias rangkap 0,014 orde I, sudut gelapan  maka jenis gelapan miring,dan kembaran tidak ada.
Ø  Muskovit (KAl2(OH)2(ALSi3O10)
         Warna absorbsi orange, warna interferensi biru kehijauan, pleokroisme monokroik, bentuk mineral euhedral sampai subhedral, relief sedang, belahan satu arah, pecahan tidak rata, ukuran 0,2 mm – 0,3 mm, bias rangkap 0,019 orde II, sudut gelapan , jenis gelapan miring dan kembaran tidak ada.
Ø Kuarsa (SiO2)
Warna interferensi orange kecoklatan, warna interferensi abu-abu, pleokroisme tidak ada, relief rendah,  bentuk mineral subhedral sampai anhedral, indeks bias nmin > ncb, belahan tidak ada, pecahan tidak rata, ukuran mineral 0,2 mm sampai 0,4 mm, bias rangkap 0,003 orde I, jenis gelapan bergelombang dan kembaran tidak ada.

Presentasi Mineral :
Nama Mineral
I (%)
II (%)
III (%)
% rata-rata
Biotit
55
40
35
43,33
Kuarsa
15
20
25
20
Muscovite
30
40
40
36,67
Jumlah
100
100
100
100

Nama batuan               : Sekis Mika (Travis, 1955)
Keterangan      :
 Adapun ciri-ciri yang dapat teramati pada pengamatan yang telah dilakukan adalah warna batuan pada nikol sejajar orange, bentuk prismatik  panjang, warna pada nikol silang kehitaman, ukuran 0,7 mm - 0,8 mm dan  tekstur nematoblastik yang ditandai dengan mineralnya yang berbentuk prismatik. Batuan ini tersusun atas mineral biotit, kuarsa dan muskovit, nama batuan ini adalah Sekis Mika.
Batuan ini terbentuk akibat proses perubahan tekanan (P), temperatur (T) atau  keduanya dimana batuan memasuki kesetimbangan baru tanpa adanya perubahan komposisi kimia (isokimia) dan tanpa melalui fasa cair (dalam keadaan padat) dengan temperatur berkisar antara 2000C- 8000C.Batuan ini tidak mengalami penekanan yang berarti tetapi mengalami peningkatan suhu sehingga mineral-mineral didalamnya mengalami perubahan tekstur dan struktur.


Referensi         :
Ria, Irfan Ulva.2012.Petrografi.Makassar:Universitas Hasanuddin
Setia Graha, Doddy.1987.Batuan dan Mineral.Bandung: Nova.